IMS pada wanita dapat ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak aman. Penyebaran infeksi bisa lewat darah, cairan organ kelamin, atau cairan tubuh lainnya. Beberapa gejala penyakit IMS pada wanita sering kali muncul tanpa disadari sehingga pengobatan terlambat dilakukan. Meskipun begitu, tanda penyakit menular seksual bisa muncul di mata, mulut, saluran pencernaan, hati, dan otak.
Ciri Umum Penyakit Menular Seksual Pada Wanita
Penyakit IMS pada wanita tidak selalu menimbulkan gejala atau hanya memunculkan ciri yang ringan. Karena itu, terkadang beberapa orang baru mengetahui dirinya menderita penyakit menular seksual setelah muncul komplikasi atau ketika pasangan terdiagnosis menderita infeksi. Meskipun begitu, gejala khas biasanya akan terasa pada beberapa orang, seperti:
- Muncul benjolan, luka, atau lepuhan di sekitar kemaluan.
- Organ kelamin terasa gatal dan terbakar.
- Nyeri ketika buang air kecil atau berhubungan seksual.
- Keluar cairan dari organ kelamin pria maupun wanita.
- Terasa nyeri perut di bagian bawah serta demam hingga menggigil.
- Muncul pembengkakan pada kelenjar getah bening.
- Adanya ruam kulit di badan, tangan, serta kaki.
- Kulit kelamin pria kering, muncul ruam, dan kemerahan.
Selain beberapa gejala tersebut, penderita infeksi menular seksual pada wanita, yakni pendarahan di luar masa menstruasi dan muncul bau tidak sedap dari organ kelamin. Sementara pada penderita pria, gejala lain yang akan dirasakan adalah merasakan nyeri atau pembengkakan di testis.
Diagnosis Serta Penanganan Terjadap Infeksi Saluran Kemih
Jika terjadi IMS pada wanita, segera periksakan dengan dokter ahli agar tidak menyebabkan komplikasi lebih lanjut. Biasanya, dokter akan menanyakan tentang kehidupan seksual dan riwayat penyakit yang pernah diderita. Penderita akan menjalani beberapa tes atau pemeriksaan untuk mendeteksi keberadaan virus atau bakteri penyebab penyakit menular seksual.
Beberapa tes yang akan dijalani oleh penderita IMS adalah tes darah dan tes urin. Tes ini bertujuan untuk mendeteksi virus atau bakteri penyebab penyakit menular seksual. Dokter juga akan melakukan tes usap guna mengambil sampel cairan tubuh di sekitar organ kelamin. Sampel yang telah diambil ini kemudian akan dibawa dan diperiksa di laboratorium. Setelah mendapatkan hasil diagnosis, beberapa pengobatan yan akan dilakukan dokter, antara lain:
- Antibiotik
Obat antibiotik ini digunakan untuk menangani berbagai penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Antibiotik harus tetap dikonsumsi meski gejala yang dirasakan telah membaik guna mencegah infeksi kembali terjadi.
- Antivirus
Pengobatan dengan antivirus hanya bertujuan untuk meredakan gejala dan mengurangi risiko penyebaran infeksi. Jenis obat ini digunakan untuk menangani penyakit herpes genital serta hepatitis.
- Antijamur
Penyakit menular seksual yang disebabkan oleh jamur bisa diatasi dengan menggunakan obat antijamur. Dokter biasanya akan meresepkan obat dalam bentuk krim dan tablet.
