Gejala Kutu Kelamin dan Pengobatannya Klinik Utama Sentosa

Tanda atau gejala kutu kelamin dan pengobatannya Klinik Utama Sentosa bisa diketahui setelah mendapatkan penanganan dari dokter. Kutu kelamin terjadi akibat infeksi parasit yang hidup dengan cara menghisap darah. Kutu atau parasit ini dapat bertahan pada rambut yang bertekstur kasar dan tebal. Karena itu, tak hanya pada rambut kemaluan, kutu sering kali ditemukan di bulu ketiak, kaki, perut, dada, punggung, dan wajah.

Gejala Kutu Kelamin Secara Umum yang Perlu Diketahui

Sebelum mengenali gejala kutu kelamin dan pengobatannya Klinik Utama Sentosa, penyebab perlu diketahui terlebih dahulu. Penyebab utama kutu kelamin adalah infeksi parasit bernama Phthirus pubis. Kutu ini dapat menyebar melalui kontak fisik dengan orang yang terinfeksi, termasuk berhubungan seksual. Kutu pada rambut kelamin tidak dapat melompat atau terbang, namun akan berpindah dengan cara merayap.

Adanya kutu pada kelamin biasanya menimbulkan beberapa gejala, yakni rasa gatal akibat reaksi kulit dengan liur kutu sebelum digigit. Gejala kutu kelamin akan muncul setelah 1 hingga 3 minggu di area yang terinfeksi. Area yang ditempati kutu akan muncul bintik kecil berwarna merah kebiruan pada kulit bekas gigitan. Jika dibiarkan, peradangan dapat terjadi akibat terlalu sering digaruk. Beberapa gejala umum lainnya dari infeksi kutu pada kemaluan, antara lain:

  • Mengalami demam namun suhunya rendah.
  • Terdapat bercak berwarna pucat pada bekas gigitan.
  • Merasa kurang energi dan lebih mudah emosi.
  • Adanya bintik cokelat atau telor kutu di celana dalam.
  • Peradangan pada mata akibat infeksi di bulu mata atau alis.

Penanganan Tepat Terhadap Penyakit Kutu Kelamin

Cara menghilangkan kutu kelamin dan pengobatannya Klinik Utama Sentosa adalah dengan menggunakan obat topikal, seperti losion, krim, atau sampo antiparasit. Obat ini biasanya digunakan pada area yang terinfeksi atau seluruh tubuh bagian luar saja. Penanganan kutu kelamin dengan menggunakan obat topikal ini memerlukan pengulangan setelah 9 hingga 10 hari.

Kutu kelamin yang tidak segera ditangani berisiko menimbulkan beberapa komplikasi penyakit lain. Bahaya atau komplikasi yang mungkin terjadi adalah impetigo atau bisul akibat paparan bakteri, peradangan pada kelopak mata atau blefaritis, dan konjungtiva atau konjungtivitis. Karena itu, sebelum penyakit semakin berbahaya atau berlanjut hingga terjadi komplikasi, maka tindak pencegahan harus segera dilakukan, seperti:

  • Hindari berbagi pakaian, handuk, dan seprai dengan orang yang terinfeksi.
  • Jika terdiagnosis kutu kelamin, segera periksakan seluruh anggota keluarga.
  • Tidak melakukan hubungan seksual hingga dinyatakan sembuh oleh dokter.
  • Rutin mencukur rambut kemaluan dan selalu jaga kebersihan pakaian dalam.

Segera Konsultasikan Bersama Klinik Utama Sentosa

Kutu kelamin dan pengobatannya Klinik Utama Sentosa bisa dilakukan bersama dokter ahli yang telah berpengalaman di bidangnya. Klinik Utama Sentosa telah menjadi salah satu klinik kesehatan yang khusus menangani penyakit kulit dan kelamin terpercaya, salah satunya kutu kelamin. Melakukan perawatan di klinik ini, penyakit yang diderita akan sembuh dengan cepat karena dilengkapi peralatan medis canggih berteknologi modern.

Selain itu, Klinik Utama Sentosa juga memiliki berbagai keunggulan, salah satu layanan konsultasi online dan gratis. Melalui konsultasi, pasien akan mengetahui penyebab penyakit secara pasti serta jenis perawatan yang cocok dilakukan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penyakit lainnya, bisa segera lakukan konsultasi atau hubungi hotline Klinik Utama Sentosa di nomor 0813 6665 7878.

Diterbitkan oleh Klinik Utama Sentosa

Klinik Utama Sentosa adalah klinik penanganan berbagai penyakit Andrologi, Ginekologi, maupun Infeksi Menular Seksual. Berada di wilayah Jakarta menjadikan klinik ini salah satu tempat terpercaya dalam menyembuhkan penyakit kulit dan kelamin.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai