v
Penyebab HPV pada wanita adalah masuknya virus melalui permukaan kulit. Infeksi virus ini akan ditandai dengan tumbuhnya kutil pada kulit di berbagai area tubuh, seperti lengan, tungkai, mulut, serta area kelamin. Virus dapat menular dengan mudah melalui kontak langsung dengan kulit penderita atau melakukan hubungan seks tanpa pengaman atau kondom. Sebagian besar infeksi HPV tidak berbahaya dan muncul tanpa gejala sehingga penderitanya kerap terlambat dalam menangani penyakit.
Penyebab HPV Pada Wanita Secara Umum
Munculnya penyakit HPV pada wanita dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang berpotensi meningkatkan risiko terinfeksi. Beberapa penyebab HPV pada wanita adalah sering bergonta ganti pasangan, berbagi pemakaian barang yang bersifat pribadi, memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, kulit yang rusak, tidak menjaga kebersihan dengan baik, dan faktor usia.
Penderita HPV sering kali tidak menyadari jika telah terinfeksi karena gejalanya sulit dideteksi. Sistem kekebalan tubuh akan memberantas infeksi sebelum virus HPV menyebabkan gejala sehingga pengobatan tidak diperlukan. Namun, gejala umum penyakit HPV pada wanita ditandai dengan luka kecil terbuka dan berdarah yang kemudian menjadi kutil. Penyakit HPV pada wanita akan muncul pada beberapa bagian tubuh, seperti vulva, organ kelamin, kulit di sekitar anus, dan leher rahim.
Metode Pengobatan Penyakit HPV Pada Wanita
Setelah mengetahui penyebab HPV pada wanita, penanganan bisa segera dilakukan bersama dokter. Namun, sebelum penanganan dokter akan melakukan pemeriksaan guna mendapatkan hasil diagnosis penyakit yang lebih akurat. Beberapa pemeriksaan atau tes yang dapat dilakukan untuk memeriksa penyakit HPV, antara lain:
- Tes IVA, dilakukan dengan meneteskan cairan khusus asam asetat pada organ kelamin dan akan berubah menjadi putih jika mengalami infeksi.
- Pap smear, bertujuan untuk mengetahui perubahan kondisi serviks yang mengarah pada kanker akibat infeksi HPV.
- Tes HPV DNA, dilakukan untuk mendeteksi adanya unsur genetik dari virus yang berisiko tinggi menimbulkan penyakit kanker serviks.
Jika hasil diagnosis sudah diketahui, penanganan penyakit HPV dapat dilakukan dengan memberikan obat oles. Kutil yang tidak berhasil dihilangkan dengan obat oles biasanya akan ditangani dengan cara operasi. Beberapa operasi yang dilakukan untuk menghilangkan gejala HPV adalah krioterapi, elektrokauter, bedah eksisi, serta operasi dengan sinar laser.
Meski sudah diatasi dengan obat dan operasi, virus HPV perlu dicegah dengan beberapa cara agar tidak kambuh. Salah satu tindak pencegahan yang bisa dilakukan adalah vaksinasi. Pemberian vaksin ini bertujuan untuk mencegah infeksi HPV yang berisiko menyebabkan kanker serviks. Usia yang dianjurkan untuk mendapatkan vaksin adalah 9 hingga 25 tahun.