Cara mengatasi fimosis tanpa sunat Klinik Utama Sentosa dapat dilakukan setelah memeriksakan diri bersama dokter. Penyakit fimosis dapat diderita anak-anak maupun pria dewasa dimana kerap disebut sebagai kulup panjang. Kondisi penyakit ini ditandai dengan ujung kemaluan yang menempel terlalu erat sehingga sulit ditarik ke belakang melewati glans.
Gejala Serta Penyebab Seseorang Menderita Fimosis
Fimosis tidak selalu menyebabkan munculnya gejala sehingga penderita tanpa sadar sudah menderita penyakit. Namun, jika merasakan gejala maka penderitanya akan biasanya akan muncul kemerahan, nyeri, serta pembengkakan. Ujung kulit kemaluan ang melekat kuat dapat mempengaruhi laju keluarnya air urin. Pada kasus yang sudah berat, urin terkadang tidak dapat keluar melalui ujung kemaluan karena sudah tertutup.
Untuk mengetahui cara mengatasi fimosis tanpa sunat Klinik Utama Sentosa, penyebab penyakit harus dipahami. Hal ini dikarenakan pengobatan biasanya dilakukan sesuai dengan faktor penyebabnya. Fimosis umumnya terjadi pada pria yang belum melakukan sunat. Karena itu, beberapa penyebab fimosis secara umum yang perlu diketahui, antara lain:
- Jaringan parut, merupakan infeksi di area sekitar kulup yang dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut dan membuat kulit menjadi semakin berkurang elastisitasnya.
- Penuaan, merupakan salah satu faktor pemicu seseorang bisa menderita fimosis dimana terjadi akibat serat kolagen menurun sehungga elastisitas kulit menurun dan menyebabkan sulitnya kulup untuk ditarik ke belakang.
- Penumpukan smegma, merupakan jaringan kulit mati yang biasanya terdapat di sekitar kepala kemaluan dimana bisa menyebabkan kedua sisi dalam ujung kulit kelamin menempel dan sulit ditarik ke belakang.
Cara Tepat Menangani Masalah Fimosis Pada Pria
Cara mengatasi fimosisi tanpa sunat Klinik Utama Sentosa dapat dilakukan jika fimosis yang terjadi belum cukup serius. Namun, jika gejala fimosis sudah mengganggu maka cara mengatasi fimosis tanpa sunat bisa dilakukan. Biasanya, cara cara mengatasi fimosis tanpa sunat yang dilakukan dokter adalah dengan memberikan beberapa obat-obatan guna meringankan gejala fimosis. Obat yang diberikan dokter kepada penderita fimosis, berupa:
- Steroid topikal
Obat ini biasanya efektif diberikan pada penderita fimosis karena mengandung kortikosteroid. Pemberian obat steroid dalam bentuk krim secara rutin dapat membantu melenturkan kulup sehingga mudah ditarik.
- Obat antibiotik
Antibiotik yang diberikan pada penderita fimosis ini biasanya berbentuk oral atau minum. Mengonsumsi obat ini secara rutin dapat membantu mengatasi infeksi pada organ kelamin yang terjadi akibat bakteri.
- Krim antijamur
Penyebab fimosis pada pria dapat beragam, salah satunya yakni jamur. Jamur yang menginfeksi organ kelamin akan menyebabkan masalah pada kulit kulup. Karena itu, cara terbaik untuk menyembuhkan penyakit adalah menggunakan krim antijamur.
Lakukan Konsultasi Bersama Klinik Utama Sentosa
Mengatasi fimosis tanpa sunat Klinik Utama Sentosa dapat diawali dengan berkonsultasi bersama dokter ahli. Konsultasi bertujuan untuk mengetahui cara mengatasi fimosis tanpa sunat serta pilihan pengobatan yang cocok dilakukan. Klinik Utama Sentosa merupakan salah satu klinik kesehatan yang khusus menangani masalah kulit dan kelamin. Klinik ini dilengkapi dengan peralatan medis yang canggih sehingga perawatan dapat berlangsung cepat.
Melakukan perawatan di klinik ini, pasien juga tak perlu khawatir karena biaya cukup terjangkau dan berlokasi sangat strategis. Sebelum perawatan dilakukan, pasien perlu berkonsultasi bersama dokter ahli guna mengetahui cara mengatasi fimosis tanpa sunat atau sirkumsisi. Jika ingin informasi lebih lanjut, segera hubungi hotline Klinik Utama Sentosa di nomor 0813 6665 7878. Menunda penyakit hanya akan memperburuk kondisi kesehatan, karena itu periksakan dengan Klinik Utama Sentosa.