Penyakit trikomoniasis Klinik Utama Sentosa disebabkan oleh parasit bernama Trichomonas vaginalis atau TV. Parasit penyebab penyakit trikomoniasis dapat menyebar melalui hubungan intim tanpa pengaman. Risiko penularan pada orang lain juga akan meningkatkan jika memiliki riwayat trikomoniasis atau infeksi menular seksual lainnya.
Berikut Beberapa Gejala Trikomoniasis Secara Umum
Perlu diketahui, trikomoniasis mudah menular melalui kegiatan seksual, saling berbagai pemakaian mainan seks, dan sering bergonta ganti pasangan. Namun, beberapa hal seperti berciuman, berpelukan, serta berbagi pemakaian alat makan tidak akan menyebabkan infeksi berpindah kepada orang lain. Jadi, tidak perlu khawatir jika melakukan kontak fisik selain berhubungan intik dengan penderita.
Gejala trikomoniasis pada pria maupun wanita akan muncul berbeda dan muncul setelah satu bulan terinfeksi. Pada wanita, penyakit trikomoniasis berdampak pada organ kelamin dan saluran pembuangan urin. Gejala umum yang dirasakan penderitanya adalah nyeri pada perut bagian bawah, sakit ketika buang air kecil atau saat berhubungan seksual, keluarnya keputihan abnormal, serta gatal hingga bengkak pada area kemaluan.
Sementara seorang pria yang menderita trikomoniasis akan merasakan beberapa gejala. Gejala trikomoniasis pada pria adalah nyeri ketika buang air kecil atau ejakulasi, meningkatnya frekuensi buang air kecil, keluar cairan putih dari organ kelamin, nyeri, dan bengkak hinga menyebabkan kemerahan pada ujung kelamin. Penyakit trikomoniasis Klinik Utama Sentosa pada pria umumnya akan menyerang uretra, area sekitar kemaluan, dan kelenjar prostat.
Cara Tepat Mengatasi Gejala Penyakit Trikomoniasis
Sebelum pengobatan dilakukan, dokter akan mendiagnosis penyakit terlebih dahulu. Diagnosis diperlukan untuk memeriksa sampel cairan dari organ kelamin wanita atau urin pada pria. Jika seseorang terdiagnosis penyakit, maka pengobatan harus dilakukan untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi. Biasanya, dokter akan meresepkan antibiotik yang harus dikonsumsi selama 5 hingga 7 hari.
Selama masa pengobatan, penderita disarankan untuk menghindari kegiatan seksual jika penyakit belum sembuh total. Penderita juga tidak diperbolehkan mengonsumsi alkohol setelah mengonsumsi obat karena dapat memicu mual dan muntah. Untuk mendapatkan kesembuhan maksimal, penderita perlu menyertai tindak pencegahan, seperti:
- Tidak bergonta ganti pasangan ketika melakukan hubungan intim.
- Gunakan pengaman atau kondom ketika melakukan hubungan seksual.
- Hindari menggunakan alat bantu sekssual secara bergantian.
- Tidak melakukan hubungan seks jika terdiagnosis penyakit.
- Sarankan pasangan seksual untuk melakukan pemeriksaan ke dokter.
Penyakit trikomoniasis harus segera ditangani sebelum menyebabkan komplikasi yang lebih serius. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi akibat membiarkan penyakit trikomoniasis tanpa penanganan adalah rentan terhadap infeksi virus HIV penyebab AIDS, meningkatkan risiko kelahiran bayi secara prematur, dan berat badan bayi kurang.
Konsultasikan Segera Bersama Klinik Utama Sentosa
Penanganan tepat terhadap penyakit trikomoniasis Klinik Utama Sentosa adalah dengan melakukan konsultasi bersama dokter ahli. Klinik utama Sentosa merupakan salah satu klinik spesialis yang khusus menangani penyakit kulit dan kelamin terpercaya di daerah Jakarta. Melakukan perawatan di klinik ini, berbagai keuntungan bisa Anda dapatkan, seperti layanan konsultasi online.
Melalui konsultasi, penderita trikomoniasis dapat mengetahui penyebab penyakit serta jenis penanganan yang dapat dilakukan. Proses penyembuhan akan berjalan dengan cepat karena klinik ini telah menggunakan peralatan medis yang canggih serta berteknologi modern. Informasi lebih lanjut penyakit kulit dan kelamin lainnya, Anda bisa segera menghubungi online Klinik Utama Sentosa di nomor 0813 6665 7878.