Faktor penyebab herpes dan pengobatannya bisa diketahui setelah melakukan konsultasi bersama dokter. Herpes termasuk satu dari sekian banyak penyakit menular seksual yang cukup dikenal oleh masyarakat. Penyakit ini umumnya terjadi karena adanya infeksi dari herpes simpleks virus atau HSV yang ditularkan melalui kegiatan seksual.
Gejala Herpes Kelamin Serta Penyebabnya
Pencegahan kekambuhan penyakit herpes dan pengobatannya bisa segera dilakukan jika gejala telah diketahui. Gejala herpes secara umum ditandai dengan demam hingga menggigil, sesak napas, nyeri sendi, pegal di satu bagian tubuh, muncul bintik kemerahan pada kulit, dan sakit perut. Namun, gejala herpes dapat berbeda-beda sesuai dengan jenis infeksi yang terjadi, antara lain:
- Herpes simpleks virus tipe 1
Herpes simpleks virus tipe 1 merupakan virus yang menyebabkan terjadinya herpes oral atau mulut. Gejala penyakit herpes tipe ini diawali dengan demam, nyeri otot, lemas, nyeri, gatal hingga sensasi terbakar, serta munculnya luka lepuhan pada mulut atau bibir.
- Herpes simpleks virus tipe 2
Berbeda dengan tipe 1, herpes simpleks virus jenis ini mengakibatkan gejala di organ kelamin atau genital. Gejala yang akan dirasakan adalah sakit ketika buang air kecil, rasa gatal pada area yang terinfeksi, keluarnya cairan dari organ kelamin, munculnya benjolan di selangkangan, dan timbul koreng di sekitar kemaluan atau anus.
- Varicella-zoster virus
Virus jenis ini merupakan penyebab utama munculnya cacar air dan cacar ular. Cacar ular atau herpes zoster umumnya ditandai dengan beberapa gejala umum, berupa munculnya ruam pada kulit yang berisi cairan, mengalami demam, hilangnya nafsu makan, dan sakit kepala.
Bagaimana Pengobatan Tepat Terhadap Herpes Kelamin?
Sebelum pencegahan herpes dan pengobatannya Klinik Utama Sentosa dijalani oleh penderita, dokter akan memastikan penyakit melalui diagnosis. Diagnosis yang dilakukan dapat berupa pemeriksaan fisik dengan mengecek koreng serta menanyakan gejala pada penderitanya. Beberapa pemeriksaan tambahan yang mungkin dilakukan untuk, yakni:
- Kultur virus herpes simpleks, dilakukan guna mendiagnosis adanya virus herpes dengan mengambil cairan genital pada tubuh.
- Tes antibodi, dilakukan untuk mendeteksi keberadaan antibodi spesifik HSV 1 ataupun HSV 2.
Fokus utama pengobatan adalah untuk menghilangkan blister serta mencegah penyebaran herpes. Pemberian obat diperlukan karena dapat membantu mengurangi komplikasi akibat infeksi herpes. Pengobatan penyakit tidak boleh sembarangan dilakukan sehingga perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter. Beberapa tips yang bisa dilakukan agar penyakit bisa segera sembuh, yakni konsumsi obat pereda rasa nyeri, kompres luka dengan air hangat, gunakan pakaian dari bahan katun, serta jaga agar koreng tetap bersih dan kering.