Simak, Berikut Beberapa Gejala Sipilis Primer

Gejala sipilis primer bisa terjadi jika penanganan penyakit tidak segera dilakukan. Sipilis merupakan penyakit menular seksual yang terjadi akibat melakukan hubungan seksual secara tidak aman. Penyebab utama sipilis infeksi bakteri bernama Treponema pallidum. Meski mudah menular melalui kontak seksual, penyakit sipilis tidak akan menular karena menggunakan toilet yang sama, pakaian atau peralatan mandi, serta kolam renang atau pemandian air panas.

Gejala Penyaki Sipilis Berdasarkan Tahap Penyakitnya

Penyakit sifilis dapat menginfeksi kulit, mulut, organ kealmin, serta sistem saraf. Sipilis mudah disembuhkan dan tidak menyebabkan kerusakan permanan jika terdeteksi lebih awal. Karena itu, gejala penyakit kelamin sifilis perlu dikenali. Gejala pertama yang akan muncul biasanya sekitar tiga minggu setelah bakteri memasuki tubuh. Beberapa gejala penyakit sifilis berdasarkan tahapannya, antara lain:

  • Sifilis primer

Gejala sipilis primer ditandai dengan adanya lesi atau luka pada organ kelamin atau di sekitar mulut. Luka tersebut umumnya berbentuk seperti gigitan serangga namun tidak menimbulkan rasa sakit.

  • Sifilis sekunder

Pada sifilis tahap sekunder biasanya muncul dengan ruam merah seukuran koin kecil di telapak tangan dan telapak kaki. Gejala lain yang menyertai lainnya berupa demam, menurunnya nafsu makan, radang pada tenggorokan, dan kutil kelamin

  • Sifilis laten

Tahap sipilis laten tidak memunculkan gejala sama sekali sehingga penyakit dianggap sudah menghilang. Namun, sekitar dua tahun kemungkinan akan berlanjut ke kondisi lebih berbahaya, yakni sifilis tersier.

  • Sifilis tersier

Infeksi sifilis yang sudah berada pada tahap tersier akan memberikan efek serius pada tubuh. Beberapa dampak yang akan dirasakan akibat infeksi sifilis ini adalah kelumpuhan, kebutaan, demensia, masalah pendengaran, impotensi, hingga kematian.

Metode Pengobatan Gejala Akibat Infeksi Sifilis

Pengobatan paling mudah yang bisa dilakukan untuk menangani gejala sifilis primer dilakukan menggunakan suntikan antibiotik. Satu suntikan antibiotik mampu menghentikan perkembangan penyakit jika terinfeksi kurang dari satu tahun. Namun, jika sudah lebih dari satu tahun maka memerlukan penambahan dosis membutuhkan waktu penyembuhan yang lebih lama serta pemberian obat dilakukan melalui infus.

Selama masa perawatan, penderita dianjurkan untuk tidak berhubungan seksual. Untuk memastikan infeksi sudah menghilang, dokter akan melakukan pemeriksaan dengan cara tes darah. Hasil dari pemeriksaan ini biasanya berisi tentang penurunan infeksi sifilis ke tingkat yang sesuai. Untuk mendapatkan kesembuhan, penderita perlu melakukan beberapa tindak pencegahan, di antaranya:

  • Tidak bergonta ganti pasangan atau setiadengan satu orang saja.
  • Gunakan pelindung atau kondom saatberhubungan seksual.
  • Hindari melakukan kontak langsung dengan area luka herpes.
  • Hentikan kebiasaanbergantian menggunakan jarum suntik tidak steril.

Diterbitkan oleh Klinik Utama Sentosa

Klinik Utama Sentosa adalah klinik penanganan berbagai penyakit Andrologi, Ginekologi, maupun Infeksi Menular Seksual. Berada di wilayah Jakarta menjadikan klinik ini salah satu tempat terpercaya dalam menyembuhkan penyakit kulit dan kelamin.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai