Sipilis tersier merupakan tahapan penyakit yang paling berbahaya. Penyakit sipilis atau biasa disebut raja singa ini dapat diderita oleh siapa saja, baik pria maupun wanita. Sipilis akan menginfeksi seseorang akibat masuknya bakteri melalui hubungan seksual secara tidak aman bersama penderitanya. Bakteri juga dapat berpindah kepada orang lain akibat berbagi penggunaan jarum suntik yang tidak steril.
Gejala Penyakit Sifilis Berdasarkan Tahapannya
Selain pengertian sifilis tersier, beberapa tahapan penyakit lainnya perlu diketahui lebih jelas. Sifilis tersier umumnya menandakan jika penyakit sudah menyebar ke organ tubuh lain sehingga menyebabkan masalah serius pada tubuh. Penderita sifilis mudah menularkan penyakit karena tidak menyadari adanya gejala yang berbeda-beda sesuai tahapan yang dialami, seperti:
- Gejala sifilis primer
Sifilis tahap primer ditandai dengan munculnya luka atau tukak. Luka muncul 10 hingga 90 hari setelah bakteri masuk pertama kali dan biasanya berkembang pada bagian tubuh lain, seperti kemaluan, sekitar anus, dan bibir atau mulut.
- Gejala sifilis sekunder
Setelah luka menghilang, gejaa tahap sekunder ditandai dengan ruam dan kutil kelamin. Selain itu, gejala mirip seperti flu juga akan dirasakan penderita yakni mudah merasa lelah, sakit kepala, nyeri sendi, dan demam.
- Gejala sifilis laten
Pada tahap ini, sifilis tidak akan menimbulkan gejala apapun tetapi dapat menularkan infeksi selama 12 bulan pertama. Namun jika penyakit tidak segera ditangani, maka akan berlanjut ke tahapan yang paling berbahaya yaitu sifilis tersier.
- Gejala sifilis tersier
Pada tahap ini, infeksi sifilis sudah sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan kematian. Tahap sifilis tersier berdampak pada mata, otak, jantung, pembuluh darah, hati, tulang, persendian, kebutaan, stroke, dan penyakit jantung.
Pengobatan Tepat Terhadap Gejala Penyakit Sipilis
Jika penderita sipilis sudah berada pada tahap tersier, maka pengobatan harus segera dilakukan. Penyakit sipilis tidak dapat diatasi di rumah ataupun dengan bahan-bahan alami tertentu. Pengobatan sipilis menggunakan medikasi dari dokter bisa dilakukan namun tidak dapat memperbaiki kerusakan yang diakibatkan oleh infeksi penyakit. Penderita yang berada pada tahap sipilis primer, sekunder, dan laten awal bisa ditangani dengan satu kali suntikan antibiotik. Namun, jika sudah berlanjut pada tahap paling berbahaya maka memerlukan penyesuaian dosis suntikan.
Setelah menyelesaikan pengobatan, dokter akan menyarankan penderita untuk melakukan uji darah secara berkala. Hal ini dilakukan untuk melihat apakah tubuh penderita merespons pengobatan yang diberikan atau tidak. Selain uji darah, penderita juga akan diminta unutk melakukan uji HIV dan diajurkan untuk tidak melakukan hubungan seksual.