Cara Mengatasi Gatal Karena Kutu

Gatal karena kutu terjadi akibat reaksi alergi atau hipersensitivtas kulit terhadap air liur kutu sebelum digigit. Kutu kemaluan atau phtirus pubis merupakan kondisi dimana akan ditemukan serangga yang berukuran sangat kecil dan menyerang daerah sekitar kelamin. Kutu kelamin biasanya hidup dengan baik di rambut kemaluan serta dapat menyebar melalui kontak seksual.

Bagaimana Gejala Akibat Terinfeksi Kutu Kelamin?

Kutu yang hidup pada kelamin biasanya baru akan memunculkan gejala setelah 1 hingga 3 minggu ketika menempati area tubuh. Selain rasa gatal karena kutu Klinik Utama Sentosa ini, penderita yang telah terinfeksi juga akan merasakan gejala lain yang lebih umum. Beberapa gejala umum yang mungkin muncul akibat adanya kutu di organ kelamin, adalah sebagai berikut:

  • Muncul bintil kecil berwarna merah kebiruan pada kulit yang digigit kutu.
  • Adanya bintik kecokelatan di pakaian dalam yang merupakan kotoran kutu.
  • Terjadi peradangan serta iritasi akibat menggaruk daerah yang gatal.
  • Terlihat kutu beserta telornya pada rambut-rambut tersebut.
  • Mengalami peradangan pada mata karena kutu telah menginfeksi bulu mata.

Kutu kelamin dapat menular dari orang yang terinfeksi kepada orang lain melalui kontak tubuh. Penularan sangat mudah terjadi karena kutu dapat merayap meski tidak dapat melompat atau terbang. Selain itu, dalam beberapa kasus kutu juga bisa menular karena menggunakan pakaian dan handuk secara bergantian serta berada di satu seprai yang sama dengan penderitanya.

Penanganan Tepat Terhadap Gejala Kutu Kelamin

Gatal karena kutu biasanya dapat dibasmi dengan menggunakan obat topikal, seperti sampo, krim, losion, serta antiparasit. Obat tersebut dapat digunakan pada area yang terjangkit kutu atau bahkan seluruh tubuh bagian luar saja. Namun, perlu diperhatikan ketika menggunakan obat ini agar berhati-hati ketika menggunakannya terutama jika terkena mata.

Perawatan dengan menggunakan obat resep dokter ini memerlukan pengulangan setelah 9 sampai 10 hari. Hal ini dilakukan untuk memeriksa dan memastikan keberadaan kutu atau telor yang mungkin masih tertinggal. Untuk mempercepat proses penyembuhan penyakit makan beberapa tindak pencegahan bisa dilakukan, seperti:

  • Tidak menggunakan handuk, pakaian, serta seprai yang sama dengan penderita.
  • Hindari melakukan hubungan seksual jika belum dinyatakan sembuh oleh dokter.
  • Jika terdiagnosispenyakit, periksakan anggota keluarga lain guna mencegah penularan.

Cara utama menyingkirkan kutu kelamin adalah membersihkan diri, pakaian, handuk, dan seprai. Hal ini dikarenakan kutu dapat menular pada orang lain dengan cara merambat melalui beberapa media tersebut. Penderita juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan secara bersamaan agar penularan tidak terjadi kembali. Jika penyakit belum juga sembuh, konsultasikan lebih lanjut bersama dokter ahli.

Diterbitkan oleh Klinik Utama Sentosa

Klinik Utama Sentosa adalah klinik penanganan berbagai penyakit Andrologi, Ginekologi, maupun Infeksi Menular Seksual. Berada di wilayah Jakarta menjadikan klinik ini salah satu tempat terpercaya dalam menyembuhkan penyakit kulit dan kelamin.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai