Kutu kelamin wanita dikenal juga dengan pthirus pubis yang merupakan salah satu penyakit menular seksual. Kutu kelamin ditandai dengan adanya serangga parasit berukuran sangat kecil yang biasa hidup di area rambut pada tubuh manusia. Pada umumnya, kutu ini akan hidup pada area rambut kemaluan dan hidup dengan menghisap darah manusia melalui kulit. Area yang digigit akan terasa gatal hingga cukup mengganggu kegiatan sehari-hari.
Beberapa Gejala Umum Kutu Kelamin Wanita
Kutu kelamin dapat mempengaruhi semua orang, namun biasanya ditemukan pada remaja pria maupun wanita yang aktif secara seksual. Selain rasa gatal, gejala kutu kelamin wanita biasanya akan muncul setelah satu sampai tiga minggu setelah kutu hidup di area rambut. Beberapa gejala umum yang akan dirasakan oleh penderita kutu kelamin, antara lain:
- Bintik merah kebiruan
Bekas gigitan kutu biasanya akan memunculkan bintik-bintik kecil dengan warna merah kebiruan pada kulit. Sementara pada pakaian dalam, akan tertinggal noda berupa bintik berwarna cokelar yang merupakan kotoran dari kutu tersebut.
- Terdapat telor kutu di rambut
Adanya kutu pada rambut kemaluan bisa juga ditandai dengan terlihatnya kutu hingga telornya. Jika sudah terdiagnosis menderita kutu kelamin, maka ada kemungkinan bisa menyebabkan penderita mengalami demam.
- Peradangan dan iritasi
Kutu kelamin akan menyebabkan terjadinya iritasi akibat terlalu sering menggaruk area yang gatal. Selain pada kulit kelamin, kutu juga dapat hidup di alis atau bulu mata sehingga mengakibatkan peradangan di area mata.
Bagaimana Cara Mengatasi Penyakit Kutu Kelamin
Penanganan penyakit kutu kemaluan wanita yang diakibatkan oleh adanya parasit ini dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa obat-obatan topikal. Obat ini digunakan pada area yang terinfeksi atau seluruh tubuh bagian luar saja. Pengobatan diberikan selama 9 sampai 10 hari untuk memastikan kutu dapat hilang sepenuhnya dan tak kambuh. Kutu kemaluan wanita harus segera ditangani karena bisa menyebabkan komplikasi berbahaya jika dibiarkan.
Area yang gatal seringkali digaruk secara terus menerus hingga mengakibatkan kulit mengalami iritasi. Hal ini akan berlanjut pada kondisi yang dinamakan impetigo atau bisul akibat paparan bakteri. Selain itu, kutu yang mendiami bulu mata dapat menyebabkan peradangan pada kelopak mata atau konjungtivitis. Untuk itu, segera lakukan penanganan bersama dokter ahli atau terapkan tindak pencegahan jika terinfeksi kutu, yakni sebagai berikut
.
- Hindari melakukan hubungan seksual sebelum dinyatakan sembuh.
- Ajak keluarga untuk melakukan pemeriksaan guna menghindari penularan.
- Tidak memakai handuk, pakaian, dan sprei yang sama dengan penderitanya.